Keluarga Azis dan Tri Rahayu Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Inovasi Rumah Tangga
Sumbersari – Di tengah-tengan kebutuhan pemenuhan gizi keluarga dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga diperlukan inovasi dan kreativitas.
Hal tersebut telah dibuktikan oleh keluarga Azis Nur Husna dan istrinya Tri Rahayu, warga Padukuhan Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan Ia memelihara ayam buras, ayam kampung KUB, dan menanam berbagai jenis sayuran.
Ketika ditemui di rumahnya, Tri Rahayu menuturkan bahwa usahanya berawal dari pengelolaan sampah organik rumah tangga yang diintegrasikan dengan pertanian dan peternakan.”kita harus bisa, mengintegrasikan, sampah rumah tangga sebagai media pertanian dan peternakan.” Ungkap Tri.
Lebih lanjut Ia menuturkan bshwa setiap rumah tangga pasti memiliki sisa makanan, dan produk sampah, baik organik maupun anorganik.
Untuk mengelola sampah tersebut dibutuhkan sebuah kreativitas, dan inovasi. Sebagai bentuk inovasi yang mereka lakukan yaitu sisa makanan sebagai makan magot yang Ia pelihara.
Selanjutnya magot dijadikan makan ternak dan lele. Maka Ia pun juga memelihara ayam buras dan ayam kampung jenis KUB, dan ternak lele dengan menggunakan terpal. “Magot kami gunakan sebagai makan ayam terutama untuk ayam kampung, dan makanan lele.” Ujarnya.
Tri Rahayu yang juga pegawai Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kota Yogyakarta tersebut menuturkan bahwa, ternaknya berupa 24:ekor ayam buras. Dari ternaknya tersebut dapat menghasilkan rata-rata 20 butir telur perhari. “Sedangkan ayam kampung KUB, mungkin sebentar lagi juga sudah mulai bertelur, dan lelenya sudah bisa dikinsumsi.” Tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jenis ayam kampung KUB merupakan jenis ayam galur ( strain) baru. Hasil persilangan dari sesama ayam kampung dari Bogor, Cianjur, Depok, dan Majalengka. Ayam tersebut memiliki keunggulan dapat menghasilkan 180 butir telur per tahun.
Tri menambahkan untuk sampah anorganik dipilah sesuai dengan jenisnya. Untuk galon bekas dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran. “Kami telah menanam berbagai jenis sayuran seperti cabe, bayam, kangkung, sawi, terong, pare, dan tomat menggunakan galon bekas sebagai medianya.” Tambah Tri.
“Kami juga memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk tanaman tersebut.” Sambungnya.
Dalam mengembangkan usahanya, mereka juga memulai memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumahnya untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran maupun tanaman buah.
Hasil yang diperoleh dari inovasi rumah tangganya ini dikonsumsi sendiri untuk pemenuhan gizi keluarga.” Kami pingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan dengan cara sederhana dan efektif.” Pungkasnya.
Azis Nur Husna suami Tri Rahayu menambahkan ditengah kesibukannya sebagai pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, dirinya harus bisa membagi waktu.” Pagi sebelum berangkat kerja harus memberi makan ternaknya, begitu pula sore setelah pulang kerja.” Katanya.
Ia pun berharap bahwa inovasi yang Ia lakukan dapat menjadi inspirasi keluarga lain, untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hidup.
( Giek)



Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin