Jathilan Kudha Tri Buana Blendung Sebuah Upaya Pelestari Budaya
Kesenian jathilan merupakan salah satu kesenian tradisional yang sudah cukup lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Jawa, terutama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Secara etimologis istilah jathilan berasal dari bahasa Jawa yakni njathil yang artinya meloncat-loncat menyerupai gerak-gerik kuda. Selain itu, jathilan juga bisa diartikan ‘ jarane thil-thilan tenan’.
Dalam perkembangannya jathilan kini merupakan sebuah tarian yang indah. Para penari memadukan kreasi baru dan seni tradisional, tetapi tidak menghilang ciri khas, yaitu kuda lumping sebagai sarananya.
Saat ini banyak tumbuh berkembang di daerah-daerah yang banyak diminati para remaja putra maupun putri.
Salah satunya kelompok ‘ Kudha Tri Buana’ dari Padukuhan Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman.
Sebagai upaya pelestarian budaya yang adi luhung yang perlu dirawat dan dijaga.
Sebuah seni tanpa dipentaskan bagaikan ayam panggang yang tidak dinikmati.
Maka dari itu pada hari Ahad ( 13/7/2025) Kelompok Jathilan Kudha Tri Buana melangsungkan pementasan di Padukuhan setempat.
Pentas yang disaksikan ratusan pasang mata penonton, tua, muda, dan anak-anak.
( Giek )

Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin