Kelompok Tani Padukuhan Nglahar Lakukan Gropyokan Tikus Untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

04 Maret 2026
Administrator
Dibaca 3 Kali
Kelompok Tani Padukuhan Nglahar Lakukan Gropyokan Tikus Untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Sumbersari – Serangan hama tikus semakin menggila di lahan tanaman padi termasuk di bulak Nglahar. Sebagai upaya pengendalian serangan hama tikus Kelompok Tani ( Klomptan) Padukuhan Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman, lakukan gerakan gropyokan tikus, pada Selasa ( 17/2/2026 ) di bulak Kulon Nglahar.

Kegiatan tersebut dipinpin langsung oleh dukuh setempat beserta Ketua Komtan. Pada kesempatan teesebut Dukuh Nglahar Wahyu Wibowo mengatakan bahwa selama ini hasil produksi padi menurun karena serangan hama tikus. Karena, seringnya gagal panen para petani menjadi enggan untuk menggarap sawah. “Kalau ini dibiarkan maka akan menurun juga ekonomi keluarga.” Ujarnya.

Wahyu menambahkan bahwa dirinya sebagai Dukuh memiliki tanggung jawab besar dalam menigkatkan ekonomi keluarga melalui usaha tani.”Kami berkolaborasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) mendorong, agar petani kembali bersemangat untuk mengolah lahan pertanian.” Tambahnya.

Selanjutnya Utoyo ketua Klomptan Nglahar menyampaikan bahwa kegiatan gropyokan tikus dilakukan oleh anggota Klomptan dan didukung warga Padukuhan Nglahar. Ia juga mengungkapkan bahwa gerakan yang dilakukan merupakan upaya terwujudnya ketahanan pangan. Sedangkan yang menjadi tujuannya adalah untuk mengurangi populasi tikus yang menjadi hama utama di sawah yang mengancam produksi padi.
“Kami ingin meningkatkan produksi padi, dan ketahanan pangan dengan cara ramah lingkungan.” Kata Utoyo.
Ditempat terpisah FX Naryanto PPL Sumbersari menyampaikan apresiasi kepada Klomtan Nglahar dan masyarakat Padukuhan setempat yang telah membantu tugas pemerintah untuk menanggulangi hama tikus. Ia berharap petani semakin kompak dalam melakukan gropoyakan tikus. “Kalau dilakukan perwilayah dan tidak serempak, mungkin tikus yang tidak tertangkap hanya berpindah tempat.” Ungkapnya.
“Dalam menanggulangi populasi tikus diperlukan koordinasi dan integritas dari lintas sektoral.” Pungkasnya.
( Giek )