Nyadran dan Doa Bersama, Wujud Syukur Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal
Sleman – Warga Padukuhan Menulis Sumbersari menggelar Nyadran dan do’a bersama lintas agama, berlangusng di Lapangan Futsal Aneka Kamis (20/2/2025). Kegiatan dihadiri lebih dari 450 orang, terdiri dari ketua-ketua RT, RW, dukuh, dan ketua-ketua lembaga, Rois, ketua lingkungan, prodiakon, Kamituwo Sumbersari, masyarakat setempat, dan ahli waris makam yang ada di Padukuhan Menulis Sumbersari Moyudan Sleman.
Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar menegaskan tujuan kegiatan tersebut ialah sebagai bentuk Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini pun menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat setempat agar lebih awas terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melestarikan budaya gotong-royong, dan menjalin kebersamaan hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Warga nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu pun, warga melakukan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Rois Jajariyanto, didampingi perwakilan Kristen oleh Jomulyo, dan Katolik oleh Ngadiran.
“Terima kasih atas kebersamaan dan kerukunan seluruh warga Menulis. Ke depan, warga semakin ayom ayem tentrem, dan harmonis,” tambah Agus.
Pada hari yang sama, warga Padukuhan Tumut Sumbersari juga menggelar nyadran di Makam Sentono, yang dihadiri lebih dari 600 orang terdiri dari para ketua RT RW rois, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para ahli waris.
“Do’a ini juga sebagai wujud anak atau cucu yang berbakti kepada orang tua yang sudah menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Selain itu juga sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa yang adiluhung,” ujar Sukadi, Lurah Sumbersari yang hadir dengan didampingi Junaidi Carik beserta tokoh-tokoh masyarakat setempat. (Edy / KIM Moyudan)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin