Kalurahan Sumbersari Rencanakan 2026 Bebas Stunting untuk Generasi emas

30 Juni 2025
Administrator
Dibaca 4 Kali
Kalurahan Sumbersari Rencanakan 2026 Bebas Stunting untuk Generasi emas

Sumbersari – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh bagi anak berusia bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan penurunan stunting telah ditetapkan 5 strategi Nasional penurunan stunting salah satunya adalah peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di Kementerian / lembaga, Pemerintah Daerah Propinsi, Kabupaten/Kota, dan pemerintah Desa.
Sebagai perwujudan komitmen di atas Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, menggelar Rembug Stunting pada Senin (23/6/2025) mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.
Pada Rembug stunting tersebut dihadiri oleh Lurah Sumbersari, Pendamping Desa Supriyadi, Tenaga Kesehatan dari Puskesmas, PKB, BPKal, Lembaga Kemasyaratan Kalurahan ( LKK), dan Guru PAUD.
Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para kader, atas semangatnya untuk mengikuti rembug stunting. Lebih lanjut Sukadi menyampaikan bahwa kendati di Kalurahan Sumbersari di tahun 2025 angka Stunting menurun perlu dibuat rencana agar menjadi 0℅. “Rembug stunting ini merupakan usulan dari Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang nantinya akan kami tuangkan ke dalam RKP Kalurahan dan APBKal.di tahun 2026.” Pungkas Sukadi.
Sebelum melakukan rembug stunting terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang stunting yang dipaparkan tenaga Kesehatan dari Puskesmas Anindya Intan Ayudya Rahmawati, dan PKB Moyudan Wahyu Ariyanti Rosaria Bawati. Dalam pemaparannya selain menjelaskan tentang stunting juga dijelaskan 7 cara efektif mencegah stunting di masa pertumbuhan anak.” Tujuh cara tersebut adalah Penuhi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil, beri ASi ekslusif sampai bayi usia 6 bulan, dampingi ASI dengan MPASI (makanan pendamping ASI) setelah bayi berusia 6 bulan, pantau tumbuh kembang anak dan rutin ke posyandu, lengkapi imunisasi anak, menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHPS) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja dan Ibu Hamil.” Tambah Intan dari Puskesmas Moyudan. intan Ayodya juga berharap agar Rembug Stunting tahun 2025, bisa menjadi sarana untuk mencetak generasi emas bebas stunting.
Selanjutnya para peserta Rembug stunting melakukan diskusi kelompok untuk merumuskan pencegahan stunting dan diusulkan ke Pemerintah Kalurahan Sumbersari. Dari usulan tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan ( RKP).