Lima Cara Bijak Mengelola Emosi Agar Hidup Selalu Damai dan Harmonis
Moyudan- Di dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat pasti ada hal-hal yang tak diinginkan. Acap kali perlakuan orang lain mengecewakan bahkan menyakitkan hati, apalagi bagi lansia yang perasaannya lebih peka. Ketidakmampuan mengelola emosi dapat memicu adanya perselisihan antara orang tua dan anak atau menantu, permasalahan hubungan dengan tetangga, dan sebagainya.
Hal itulah yang mendorong Lembaga Pendidikan Profesi Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan pelatihan pendampingan bagi para lansia dan kader lBKL (Bina Keluarga Lansia) di Pendapa Kalurahan Sumbersari pada Selasa, 24/6/2025.
Kegiatan tersebut dihadiri Kamituwa Sumbersari dan staf, Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, dan 24 kader Bina Keluarga Lansia (BKL) lan perwakilan para lansia. Adapun tujuan kegiatan tersebut agar para lansia dapat mengelola emosi dengan tepat, membekali para kader dengan pengetahuan dalam mendampingi lansia jika ada permasalahan, dan menumbuhkan semangat dan kepedulian para kader lan keluarganya terhadap lansia.
Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar dalam sambutannya mengucapkan terima kasihnya kepada UMBY dan mengapresiasi kegiatan tersebut yang sangat positif untuk pembinaan mental masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan ini, ilmu yang diberikan dapat menambah pengetahuan yang kemudian dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, harapnya.
Acara yang dikemas ringan dan menyenangkan itu dimoderatori oleh Adi Guzali dan menghadirkan nara sumber Nurul Fatiha Berherd mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY .
Dalam paparannya, Nurul Fatiha atau akrab disapa Caca itu menyampaikan materi bertajuk Bijak Mengelola Emosi di Usia Emas. Dikatakan Caca bahwa permasalahan pada lansia meliputi permasalahan fisik permasalahan sosial, dan permasalahan emosional. Sedang kebutuhan lansia meliputi kebutuhan fisik, kebutuhan psikis, dan kebutuhan sosial.
Diungkapkan pula bahwa dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi, masing-masing orang berbeda kemampuannya dalam mengeloma emosi.
” Regulasi emosi adalah kemampuan mengelola atau mengontrol emosi yang melibatkan pikiran, perilaku, dan ekspresi, terkait apa yang dirasakannya, ” paparnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, ada 5 langkah bijak yang bisa diterapkan untuk mengelola atau mengontrol emosi lengkap dengan contoh nya. Lima cara mengelola emosi atau yang disebut regulasi emosi tersebut, yaitu seleksi situasi (memilih situasi yang lebih nyaman, atau menghindari pemicu), modifikasi situasi (mengubah situasi dan kondisi menjadi lebih baik), penyebaran perhatian (mengalihkan perhatian ke hal yang lebih mendamaikan), pengubahsn kognitif (berfikir positif), dan modulasi respon (pengendalian emosi).
Mahasiswa lulusan S2 UMBY tersebut menerangkan juga tentang manfaat regulasi emosi, yaitu untuk menjaga kesehatan mental, hubungan sosial lebih harmonis, merasa lebih dihargai dan bahagia, dapat mengendalikan diri, dapat tidur nyenyak dan tekanan darah stabil, serta dapat menikmati hari tua. “Jija kita dapat mengelola emosi dengan bijak, maka kita dapat hidup damai dan nyaman, hubungan keluarga dan sosial menjadi harmonis, ” pungkasnya.
(Eny MS/ KIM Moyudan).

Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin