Peluncuran Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan di Sumbersari
Sleman – Petani di Kelurahan Sumbersari beberapa tahun terakhir ini selalu mengalami puso atau gagal panen, yang disebabkan oleh gangguan hama. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan . Dengan menggandeng Balai Besar Peramalan Organisme Penggsnngu Tumbuhan ( BBOPT) untuk melakukan pengendalian hama di Wilayah Sumbersari.
Setelah BPPOPT melakukan riset dan penelitian Sumbersari merupakan endemi hama. Dengan demikian Sumbersari ditetapkan sebagai Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan ( Forescasting Smart Evovillage ), dan diluncurkan atau dilauncing pada Minggu ( 23/11/2025 ) bertempat di Hanggar Tani, Ngaglik, Sumbersari, Moyudan, Sleman.
Pada peluncuran tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Dr. Ahmad Musyafik, S.P, M.P dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama adanya Kampung peramalan organisme pengganggu tumbuhan adalah sebagai percintohan dalam penanggulangan hama.
Selanjutnya Musyafak membeberkan bahwa pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu dan koperhenship.” Untuk itu nantinya BPPOPT akan memberikan pelatihan dan pemahaman kepada 40 petani di Sumbersari dan 10 penggiat pertanian selama 6 kali pertemuan.” Ujarnya.
“Selain itu para petani bisa melihat langsung, melakukan pengamatan, paparan , dan pemberantasan.” Sambungnya.
Ia juga menambahkan yang menjadi harapannya adalah menjadikan petani yang profesionalitas. Selanjutnya bisa mengintegrasikan antara pertanian dan peternakan.” Dengan integrasi tersebut nantinya tidak banyak rumput yang dijadikan sarang tikus, karena rumput dijadikan makan ternak.” Tandasnya.
Lebih lanjut Musyafik menuturkan bahwa dalam pemberantasan hama tikus harus dilakukan secara serempak, kalau hanya dalam wilayah tertentu tikus hanya berpindah tempat. Untuk itu penting untuk melakukan metting mitigasi, dan diperlukan kolaborasi dari semua pihak. ” Kolaborasi antara Prmerintah Kalurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, Gapoktan, dan petani sangat dibutuhkan.” Pungkasnya.
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Ahmad Musyafik dan diserahkan kepada Wabub Sleman. Selanjutnya dari Wabub Sleman menyerahkan kepada ketua Gapoktan Sumbersari.
( Giek).



Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin