Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Sumbersari Moyudan Perkuat Pilar Pembangunan

06 November 2025
Administrator
Dibaca 3 Kali
Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Sumbersari Moyudan Perkuat Pilar Pembangunan

Sleman – Kerukunan umat beragama dan masyarakat merupakan kunci utama dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang. Para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan kerukunan antar dan intern umat beragama.

“Kerukunan merupakan pilar utama dalam pembangunan. Tanpa kerukunan kita tidak dapat melaksanakan dan menikmati pembangunan,” papar Muhammad Wazid, narasumber Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalurahan Sumbersari Moyudan, pada Jumat malam (31/10) di pendopo setempat.

Pembinaan ini diikuti oleh para tokoh lintas agama, dukuh, babinsa, bhabinkamtibmas, serta Lurah Sumbersari Sukadi beserta staf.

Menurut Wazid, terwujudnya kerukunan menjadi tanggung jawab bersama. Setiap agama mengajarkan kasih sayang dan gotong royong, serta tidak memaksakan suatu keyakinan, bahkan di intern umat beragama. Kerukunan antar dan intern umat beragama diterapkan melalui empat pilar moderasi beragama, yakni toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, dan mengakomodasi budaya lokal.

“Toleransi berarti saling menghormati perbedaan keyakinan, memberi kebebasan beribadah tanpa tekanan, serta menghindari segala bentuk kekerasan atas nama agama,” tegas Wazid.

Ia menilai kerukunan umat beragama di Sumbersari sudah berjalan dengan baik dan harus dipertahankan sebagai modal pembangunan.

Selain materi kerukunan, peserta juga mendapat pembinaan terkait bahaya narkotika dan obat terlarang (narkoba) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman. Fandy Eko Prasetyo dari BNN Sleman memaparkan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, dengan sekitar 33 orang meninggal setiap harinya akibat penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

Fandy menjelaskan berbagai jenis narkoba dan bahayanya, serta meminta para orang tua dan tokoh masyarakat untuk waspada. Generasi muda menjadi sasaran utama peredaran narkoba karena jiwanya yang masih labil dan mudah terpengaruh lingkungan.

Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar, menambahkan bahwa untuk mengantisipasi peredaran narkoba, tokoh agama dapat menghadirkan tim BNN Sleman dalam kegiatan keagamaan tanpa dipungut biaya. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)