Rembug Stunting Sebagai Sarana Cetak Generasi Emas Bebas Stunting
Sumbersari – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh bagi anak berusia bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan penurunan stunting telah ditetapkan 5 strategi Nasional penurunan stunting salah satunya adalah peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di Kementerian / lembaga, Pemerintah Daerah Propinsi, Kabupaten/Kota, dan pemerintah Desa.
Sebagai perwujudan komitmen di atas Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, menggelar Rembug Stunting pada Jum’at (7/6
/2024) mulai pukul 13.00 WIB bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.
Pada Rembug stunting tersebut dihadiri oleh Lurah Sumbersari, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Moyudan Nor Cahya Prasetya Budi Utomo, Tenaga Kesehatan dari Puskesmas, PKB, BPKal, Lembaga Kemasyaratan Kalurahan ( LKK), dan Guru PAUD.
Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para kader, atas semangatnya untuk mengikuti rembug stunting. Lebih lanjut Sukadi menyampaikan bahwa kendati di Kalurahan Sumbersari di tahun 2023 angka Stunting menurun perlu dibuat rencana agar menjadi 0℅. “Rembug stunting ini merupakan usulan dari Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang nantinya akan kami tuangkan ke dalam RKP Kalurahan dan APBKal.di tahun 2025.” Pungkas Sukadi.
Sebelum melakukan rembug stunting terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang stunting yang dipaparkan tenaga Kesehatan dari Puskesmas Moyudan Rima Fikri Aksani dan Anindya Intan Ayudya Rahmawati, dan PKB Moyudan Wahyu Ariyanti Rosaria Bawati. Dalam pemaparannya selain menjelaskan tentang stunting juga dijelaskan 7 cara efektif mencegah stunting di masa pertumbuhan anak.” Tujuh cara tersebut adalah Penuhi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil, beri ASi ekslusif sampai bayi usia 6 bulan, dampingi ASI dengan MPASI (makanan pendamping ASI) setelah bayi berusia 6 bulan, pantau tumbuh kembang anak dan rutin ke posyandu, lengkapi imunisasi anak, menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHPS) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja dan Ibu Hamil.” Tambah Maya dari Puskesmas Moyudan. Rima juga berharap agar Rembug Stunting tahun 2024, bisa menjadi sarana untuk mencetak generasi emas bebas stunting.
Selanjutnya para peserta Rembug stunting melakukan diskusi kelompok untuk merumuskan pencegahan stunting dan diusulkan ke Pemerintah Kalurahan Sumbersari. Dari usulan tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan ( RKP).
-Giek-
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin