Syawalan Pemerintah kalurahan Sumbersari beserta Lembaga kalurahan

06 Mei 2024
Administrator
Dibaca 3 Kali
Syawalan Pemerintah kalurahan Sumbersari beserta Lembaga kalurahan

Sumbersari- Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman menggelar Syawalan bersama Lembaga. Acara tersebut diselengarakan pada hari Sabtu (4/5/2024) bertempat di pendapa Kalurahan setempat.
Dalam acara tersebut selain dihadiri seluruh lembaga juga dihadiri langsung oleh Panewu Moyudan Harsowasono beserta jajaran Muspika dan Forum Pimpinan Kapanewon Moyudan.
Lurah Sumbersari Sukadi selalu ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah Sumbersari menyampaikan Terima kasihnya kepada seluruh hadirin, dan mohon maaf dengan segala kekurangan dalam memberikan fasilitas. Lebih lanjut Sukadi menuturkan bahwa Syawalan yang dilaksanakan merupakan kerja sama dan gotong royong yang baik dari semua lembaga. Ia juga meminta doa restu dari seluruh masyarakat agar dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat bisa lebih optimal sehingga menjadikan Sumbersari lebih maju. ” Mohon doa restu dari seluruh warga Sumbersari semoga kami bisa memberikan pelayanan yang optimal untuk membangun Sumbersari.” Pungkas Sukadi.
Sedangkan Panewu Moyudan Harsowasono dalam sambutannya atas nama Pemeeintah Kapanewon Moyudan dan jajaran menyampaikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya Syawalan oleh Pemerintah Kalurahan Sumbersari. Selanjutnya Panewu Moyudan juga menyampaikan bahwa moment Syawalan merupakan sarana baik secara pribadi maupun lembaga untuk saling mengikhlaskan segala salah dan khilaf. “semoga kita semua kembali ke fitrah, dosa kita kepada Tuhan mendapat ampunan, dan salah dan khilaf kepada sesama saling dimaafkan.” Tutur Harsowasono.
Harsawasono juga menambahkan bahwa sebentar lagi akan terjadi hajatan Nasional yaitu Pilkada yang akan di gelar pada tanggal 27 Nopember 2024. Maka Ia berharap kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kkndusifitas agar Moyudan tetap ayem tentrem. ” Sebagai wujud demokrasi pilihan boleh berbeda, tetapi kerukunan tetap harus dijaga,” Tambah Harsowasono.
Dalam Syawalan tersebut juga disampaikan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz H. Yuliyanto yang dikemas dengan nada dan dakwah. Ustadz Yuliyanto dalam tausiyahnya membeberkan bahwa ada tiga hal yang tidak diterima ibadah puasa bagi umat Islam. Tiga hal tersebut adalah seorang istri yang berani kepada suami, anak yang berani kepada orang tua, dan orang yang memutus silaturahmi. Lebih lanjut Yuliyanto menyampaikan agar terwujud keluarga yang harmonis harus melaksanakan 4 T yaitu Tahabub (cinta selalu dibina), Tasawur (Musyawarah), Ta’awun (kerja sama) dan Ta’awif (pemamaaf). “Setelah selesai Ramadhan mari tetap kita jaga shalat, selalu membaca Al Qur’an dan gemar sodaqoh.” Ajak Yuliyanto.
Dalam Syawalan tersebut juga saling ikrar untuk saling maaf memaafkan, yang muda menyampaikan hormat dan baktinya kepada yang lebih tua atau yang dituakan. Sedangkan kepada yang lebih muda atau sesama menyampaikan taklim. Ikrar tersebut dipandu oleh Junaidi Carik Sumbersari dan ditirukan oleh seluruh yang hadir.
-Giek-