Dinas P3AKB Bontang Kaltim Kunjungi Kegiatan Sekolah Lansia di BKL Mugi Waras Sumbersari

06 Mei 2024
Administrator
Dibaca 3 Kali
Dinas P3AKB Bontang Kaltim Kunjungi Kegiatan Sekolah Lansia di BKL Mugi Waras Sumbersari

Moyudan- Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Bontang, Kalimantan Timur, mengunjungi kegiatan sekolah lansia di BKL (Bina Keluarga Lansia) Mugi Waras, Blendung Sumbersari, Moyudan, Sleman pada Minggu,5/05/2024.

Tim pengunjung berjumlah enam orang yang diketuai oleh Hernawati itu diterima oleh Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanuddin, Ketua BKL Djumanah, segenap siswa-siswi sekolah lansia, dan 7 mahasiswa UGM yang sedang KKN di padukuhan itu.

Dalam sambutannya, Hernawati yang juga seorang bidan itu menyampaikan bahwa tujuan kunjungan tersebut untuk belajar, menyaksikan secara langsung kegiatan sekolah lansia di BKL yang telah sampai pada jenjang S3.
“Di tempat kami sudah ada BKL tetapi belum ada sekolah lansia. Pak Wali ingin sebelum beliau pindah tugas, sekolah lansia disana sudah dilaunching,” tuturnya. Dikatakan lebih lanjut bahwa apa yang didapat dari kunjungan itu seperti teknik merintis, cara pengelolaan, lagu-lagu lansia, dll akan diadopsi untuk diterapkan dan dikembangkan disana.

Ketua BKL Mugi Waras Djumanah dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya atas kunjungannya itu dan mengatakan bahwa semua melalu proses yang panjang.
“Hambatan dan rintangan tentu ada, tetapi kami selalu dibimbing oleh Koordinator PKB Moyudan Bu Ary, Direktur IRL Bu Endah, juga dari BKKBN yang memberikan fasilitasi, pemerintah setempat, dan semangat para lansia yang mau diajak berkumpul untuk berkembang,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang merupakan pertemuan ke-3 itu, materi sekolah disampaikan oleh Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah. Ia memberikan materi Terapi untuk Mencegah Mengompol pada lansia. Diterangkan Endah bahwa lansia mudah berkemih atau sering buang air kecil dan beresiko mengompol, disebabkan karena melemahnya otot dasar panggul, menopause, faktor psikologis, faktor penyakit tertentu, dan minuman beralkohol. Gangguan buang air kecil tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas tidur, iritasi pada sekitar organ vitalnya, rasa malu dan kurangnya percaya diri.

“Maka kita perlu lakukan terapi untuk mencegahnya yaitu dengan mengurangi minum sebelum tidur, banyak mengkonsumsi makanan berserat, menghindari minuman bersoda, dan lakukan senam Kegel,” paparnya, yang kemudian mengajari senam Kegel, diikuti segenap siswa-siswi sekolah lansia tersebut.
“Dengan melakukan terapi-terapi ini, niscaya yang sehari buang air kecil 10 kali dapat berkurang 4 kali, dan resiko ngompol dapat dicegah, “pungkasnya.(Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).