Pedukuhan Nasri Heboh, Warga Sleman Ramah Sambut Siswa Australia
01 Juli 2026
RAHMAD RIYADI
Dibaca 21 Kali
Sleman – Keramahan warga Pedukuhan Nasri III, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, benar-benar dirasakan oleh rombongan 17 pelajar dan 2 guru dari Kyneton High School, Australia, saat berkunjung pada Minggu (28/6/2026). Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat, mulai dari remaja desa, ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga warga yang ditemui di sepanjang kampung.
Suasana penuh keakraban terlihat ketika para siswa Australia berbaur dengan 19 remaja Indonesia. Mereka saling memperkenalkan diri, bertukar cerita tentang hobi, budaya, dan kehidupan sekolah, bahkan saling bertukar nomor ponsel. Kebersamaan semakin terasa saat mereka mengikuti kegiatan membungkus tempe dengan daun pisang yang dipandu oleh Kenny Lindiawati.
"Kami senang bisa berbagi keterampilan sederhana ini. Semoga mereka membawa pengalaman yang berkesan tentang budaya Indonesia," ujar Kenny.
Sambutan hangat juga datang dari ibu-ibu KWT Mekar Berseri. Ketua KWT, Nani Trisnaningsih, mengajak para pelajar belajar menanam cabai dan terong di polybag sambil mengenalkan kegiatan pertanian yang dilakukan warga sehari-hari.
"Kami senang mendapat kunjungan murid-murid Australia. Kegiatannya sederhana, tetapi menyenangkan dan mengesankan. Mereka terlihat antusias mencoba menanam sendiri," tutur Nani.
Saat rombongan berjalan menyusuri area persawahan, warga yang tengah bekerja di sawah menyapa dengan ramah dan menjelaskan proses pengolahan lahan hingga penanaman padi yang akan dilakukan keesokan harinya. Interaksi sederhana tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan pedesaan di Sleman.
Keceriaan mencapai puncaknya ketika para pelajar Australia bermain voli bersama anak-anak dan remaja Pedukuhan Nasri III. Pertandingan persahabatan berlangsung meriah, penuh semangat, dan disambut sorak-sorai warga yang turut menyaksikan di tepi lapangan. Meski berasal dari negara berbeda, para peserta mampu menjalin kerja sama dan komunikasi dengan baik melalui olahraga.
Pelatih voli Nasri III, Dedy Theo, mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para pelajar Australia maupun anak-anak kampung.
"Mereka cukup antusias saat bertanding. Semoga ini menjadi pengalaman yang menarik selama mereka berkunjung di pedukuhan kami. Anak-anak kami juga senang dan bersemangat bisa bergaul serta bermain bersama teman-teman dari Australia," ujar Dedy usai memimpin jalannya pertandingan.
Salah satu guru pendamping dari Kyneton High School juga mengungkapkan kesan positif atas sambutan masyarakat.
"Ini pengalaman yang luar biasa. Kami merasa sangat diterima di sini. Keramahan warga membuat kunjungan ini menjadi sangat berkesan bagi para siswa," ungkapnya.
Sementara salah satu remaja Sleman, Naswa Surya Prima Atamaja merasa terkesan dengan kegiatan ini. “Kami bisa belajar praktek Bahasa Inggris dengan native speakers, mereka saya lihat juga senang praktek bicara di Bahasa Indonesai. Jadi saling menguntungkan,” ujar Naswa. Apalagi ternyata mereka itu hamper seusia karena masih SMA dari kelas X, XI dan XII, imbuhnya.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa keramahan masyarakat, pertukaran budaya, dan olahraga mampu menjadi jembatan persahabatan lintas negara. Melalui interaksi sederhana di desa, para pelajar Australia tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga merasakan langsung nilai gotong royong, kebersamaan, dan kehangatan masyarakat Indonesia.
Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin