Rembug Stunting Kalurahan Sumbersari 2026: Angka Turun Jadi 2,61%

22 Juni 2026
RAHMAD RIYADI
Dibaca 25 Kali
Rembug Stunting Kalurahan Sumbersari 2026: Angka Turun Jadi 2,61%

SLEMAN, 18 Juni 2026 - Kalurahan Sumbersari menggelar Rembug Stunting Tahun 2026 di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Kamis 18 Juni 2026 pukul 09.00 WIB sampai selesai. Forum ini jadi ajang evaluasi capaian 2025 sekaligus menyusun strategi konvergensi pencegahan stunting 2026.Acara dihadiri lengkap unsur Forkopimkal dan mitra. Dari Kapanewon Moyudan hadir Kawat Sosial, Lurah Sumbersari, BPKal Sumbersari, Carik Sumbersari, pamong dan staf Kalurahan Sumbersari, LKK Kalurahan, serta Kader Kesehatan Kalurahan Sumbersari. Kolaborasi lintas sektor ini jadi kunci penanganan stunting.
Carik Sumbersari Junaidi mewakili Lurah Sumbersari membuka acara dan memberikan sambutan. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader kesehatan.“Kami berikan apresiasi kepada Kader Kalurahan atas kinerja yang sangat luar biasa. Berkat kerja keras ibu-ibu kader di lapangan, pada tahun 2025 angka stunting di Kalurahan Sumbersari menurun secara signifikan,” ujar Junaidi. Data dari Puskesmas Sumbersari menguatkan hal itu. Pada 2024 angka stunting tercatat 16 balita atau 4,79%. Tahun 2025 turun jadi 9 balita atau 2,61%. Penurunan ini hasil kerja pendataan, pengukuran rutin, pendampingan keluarga berisiko, dan pemberian PMT.Junaidi menegaskan komitmen pemerintah kalurahan: “Pemerintah Kalurahan Sumbersari akan terus mendampingi dan memberikan support kepada Kader Kalurahan Sumbersari agar angka stunting bisa berkurang dan mencapai target.”
Nurcahyo selaku Kawat Sosial Kapanewon Moyudan juga hadir dan menyampaikan ucapan terima kasih. “Terima kasih kepada Kalurahan Sumbersari karena telah melaksanakan kegiatan rembug stunting di tahun 2026,” ucapnya.Lebih lanjut Nurcahyo menyebut, dari 4 kalurahan di Kapanewon Moyudan, baru Sumbersari yang menunjukkan progres penurunan stunting di tahun 2025. “Semoga ke depannya kalurahan yang lain bisa mencontoh Kalurahan Sumbersari dalam penanganan stunting di Kapanewon Moyudan,” harapnya
Dari Puskesmas Moyudan juga menyampaikan apresiasi atas upaya kalurahan menurunkan angka stunting. Ani selaku Ahli Gizi Puskesmas Moyudan menambahkan materi penting dalam rembug.Beliau menjelaskan penyebab stunting bisa datang dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar. “Terutama untuk bapak-bapak diusahakan untuk tidak merokok di dekat ibu hamil atau anak balita. Karena paparan asap rokok sangat mempengaruhi pertumbuhan pada anak,” tegas Ani.Pesan ini langsung jadi catatan bersama. Pencegahan stunting tidak hanya urusan ibu dan kader, tapi juga peran ayah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan sehat.Rembug ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk melanjutkan intervensi spesifik dan sensitif. Targetnya satu: Sumbersari bebas stunting, balita tumbuh sehat dan cerdas.

Rembug Stunting Kalurahan Sumbersari 2026: Angka Turun Jadi 2,61%
Rembug Stunting Kalurahan Sumbersari 2026: Angka Turun Jadi 2,61%