Predator Alami cara Efektif Penanggulangan Hama Padi

18 Juni 2025
Administrator
Dibaca 5 Kali
Predator Alami cara Efektif Penanggulangan Hama Padi

Moyudan – Akhir-akhir ini banyak petani yang gagal panen ( puso). Berbagai faktor puso antara lain kekeringan, banjir, dan serangan hama dan penyakit.
Hamparan sawah yang luas di Sleman bagian Barat banyak yang tidak lagi produktif, karena dibiarkan nganggur oleh para petani. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Mereka membiarkan lahan pertanian nganggur karena seringnya gagal panen, akibat kurangnya suplai air dan diserang berbagai hama tanaman. Sehingga petani merasa rugi, karena sudah mengeluarkan biaya untuk ongkos mengolah tanah, membeli pupuk dan lain sebagainya tetapi tidak bisa membuahkan hasil.
Menurut Prof. Dr Wagiman Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada( UGM) Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan berkembangnya berbagai Hama Padi dikarenakan salah dalam pengelolaan dari petani itu sendiri. ” Kenapa salah?. karena petani dalam memberantas Hama menggunakan Insektisida sehingga predator dari Hama tersebut ikut mati.” Tutur Prof. Dr Wagiman Selasa ( 17/6/2025) ketika di temui di Joglo Kulon Jogja, Gesikan, Sumbersari, Moyudan, Sleman.
Lebih lanjut Wagiman menjelaskan bahwa penggunaan pestisida itu berawal pada tahun 1940 pada perang Dunia II. Pada saat itu banyak wabah penyakit menular, maka sebagai pencegahnya digunakan DDT ( Diklora, difenil, trikloroetana). Karena dirasa efektif obat tersebut digunakan oleh para petani sebagai obat pembasmi Hama.
Penggunaan DDT yang meluas berdampak negatif pada lingkungan , maka pada tahun 1972 Pemerintah Indonesia melarang untuk digunakan lagi.
Dari larangan tersebut menumbuhkan pabrik pembuat pestisida.” Karena banyaknya pestisida, dan insektisida yang diproduksi oleh pabrik sehingga petani melupakan predator alami tanaman padi.” Ungkap Wagiman.
Petani lebih memilih yang instan ( cepat hasilnya) tetapi dari penggunaan insektisida tersebut makhluk hidup yang lain yang merupakan predator tanaman ikut mati.
Predator Hama wereng alami yang efektif adalah laba-laba, kumbang, kepik permukaan air, belalang bertanduk panjang, dan capung.
” Predator alami Hama sundep ( penggerek barang padi) adalah berbagai jenis serangga.” Imbuhnya.
Sedangkan predator dari hama tikus adalah Burung Hantu jenis serak Jawa ( Tyto alba), ular, biawak, dan burung elang. ” Sayangnya hewan-hewan tersebut sering diburu, untuk kepentingan sesaat.” Ungkapnya.
Akibat ekosistem yang tidak seimbang tersebut maka berbagai jenis Hama yang merusak tanaman semakin berkembang.
Prof. Dr Wagiman berharap kepada para petani untuk tidak terlalu sering menggunakan pestisida, karena predator alami lebih efektif untuk pemberantasan Hama.
( Giek)